Bagaimanapun jenuh hidup, itu adalah satu dari jutaan warna kehidupan. Mal-interpretasi warna yang muncul sesudahnya hanyalah fatamorgana. Corak kehidupan yang terlihat buram timbul dari bagaimana seseorang memandang masalah, yang senyatanya lebih berat timbangan subjektif-nya daripada substansif-nya. Maka kehidupan ini senyatanya hanyalah retorika; bukan untuk dipertanyakan lika liku coraknya, melainkan untuk dijalani dengan konsekuensinya.

Harta terbesar dalam kehidupan sebagai corak warna yang cerah, bukanlah tambang emas di pekarangan rumah kita, tapi jutaan potensi diri yang belum tergali. Long life learning menjadikanku mengatakan TIDAK untuk berhenti meskipun ‘the comfort zone’ telah kuraih kelak.

Blog ini hanya sedikit warna hidupku. Pendarnya memang tidak seberapa, tapi semoga kehangatannya terasa dalam nuansa berbagi yang harmonis.

Salam kenal.

Lets be ourselves