Menulis itu mudah. tapi tak semudah untuk memulainya. Banyak orang bergumam bahwa mengarang cerita adalah hal sepele. semua orang bisa melakukannya. Bahkan cukup renyah menceritakan pengalaman kepada sahabat dan teman dekat di mana saja dan kapan saja. Padahal sadarkah bahwa orang yang lihai dan menarik ketika bercerita belum tentu ceritanya menarik ketika ia menuliskannya?. Senyatanya memang demikian. Banyak orang berfikir dua, tiga, bahkan sampai berpuluh kali tatkala ingin menuliskan suatu narasi dalam selembar kertas. Meskipun cerita itu adalah dongeng yang telah ia dengar berulang-ulang sedari masa kanak-kanaknya.

Memang, gaya tulisan cukup bermacam. Lebih mirip sebagai “sidik jari” yang hampir tak bisa disamai antar orang perorang. Namun permasalahan klasik yang selalu membayangi selalu saja sama; bagaimana untuk memulainya?.. Bahkan meski kerangka pikirnya sudah ada dan matang sekalipun.

Prolog adalah pengenalan dari narasi yang cukup penting. Posisinya membuat seorang pembaca cerita untuk ‘tetap tinggal’ ataukah ‘say good bye’ pada tulisan kita. Percuma saja cerita kita sespektakuler apapun jika prolognya tak mampu ‘mengikat’, ‘menggigit’, dan ‘membius’ pembacanya untuk tetap membaca dan mulai ingin tahu kelanjutan cerita kita. Maka dari itu, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk membimbing diri kita dalam memulai suatu tulisan. Metode ini dikutip dari beberapa sumber artikel yang cukup bagus dan bermanfaat. Yang perlu diingat di sini, metode di bawah ini hanyalah gaya prolog semata, perihal diksi dan corak bahasa, itu kembali pada diri kita masing-masing, yang tentunya memberikan sesuatu yang khas, yang membedakan antara satu tulisan dengan tulisan yang lain.

1.Mulailah dengan Dialog

“Hanun, pergilah ke rawa di seberang Bukit Barisan! Biasanya di sana tumbuh aneka bunga. Petiklah setangkai dua tangkai untukku! Rasanya, penat ini terlerai bila memandang bunga-bunga,” pinta Kakek. Matanya mengedip-ngedip pelan, kulit lisutnya mengernyit dan lewat sorotan matanya, Kakek tidak lagi seriang dulu. (dari “Bunga dari Peking”, cerpen Zelfeni Wimra)

2. Mulailah dengan Deskripsi Tokoh

Lelaki tua itu masih berbau rusa dan kaus oblongnya yang lusuh masih menebar bau pembakaran yang tidak sempurna. Sangit…. (dari “Kitab Salah Paham”, cerpen Puthut EA)

3. Mulailah dengan Berita di Koran, Televisi, atau media berita lainnya

Jumlah anak balita kurang gizi di Indonesia sekitar 23 juta. Dampak kurang gizi adalah terhambatnya pertumbuhan otak dan fisik. Begitu melewati usia dua tahun tanpa asupan gizi seimbang, kondisinya tak dapat diperbaiki lagi. Citra CT-scan akan memperlihatkan gambar otak yang tidak padat alias otak kosong…. Bersiaplah memanen generasi yang hilang. Tidak lama, cuma dua dasawarsa lagi. (Kompas, Selasa 11 Oktober 2005)

4. Mulailah dengan Adegan

Ia menulis puisi panjang di depan sebujur tubuh kaku istrinya. Tidak ada kata-kata; mati, kematian dan airmata di dalam puisi itu, yang adalah buah apel, meja makan, dan yang paling banyak adalah: usaha mati-matian. (“Kematian Seorang Istri”, cerpen Puthut EA)

Seminggu setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappucino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. (“Rembulan dalam Cappucino”, cerpen Seno Gumira Ajidarma)

5. Mulailah dengan Seting Tempat

Dalam satu badai rasa jemu, ia terdampar di taman dan duduk di kursi sambil memakan jagung rebus begitu perlahan, sebutir demi sebutir, seolah di butir terakhir ia akan bertemu kematian…. (“Cinta Tak Ada Mati”, cerpen Eka Kurniawan)

Viborg is a city in Denmark. It is an old city, but it has only  a few buildings. A great fire destroyed most of the old town in 1726. (“Room 13”, by Mr.James)

Dari jauh sudah terlihat pohon itu berdiri tegak di tengah padang. Setelah berhari-hari menempuh daerah yang kering kerontang dan terpanggang matahari, pemandangan yang rimbun seperti itulah yang sekarang kubutuhkan…. (“Sebatang Pohon di Tengah Padang”, cerpen Seno Gumira Ajidarma)

Dikutip dengan perubahan dari forum kaskus.us

Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat menulis. Selamat mengukir sejarah diri>..