Banyak yang tidak tahu keberadaan salah satu goa kebanggaan negeri ini: Goa Lowo. Goa yang merupakan goa terpanjang se-Asia Tenggara. hanya saja eksplorasinya belum menyeluruh, bahkan belum selesai hingga saat ini. Itulah mengapa masih banyak misteri mengenai goa ini. Berikut adalah kisah sejarah bagaimana goa ini bisa ditemukan. Cerita ini sangat misterius,  tidak ada yang tahu pasti bagaimana kisah ini berawal, namun inilah sejarah yang paling dipercaya penduduk di sekitar hutan jati trenggalek. Simaklah baik-baik.

Alkisah dahulu kala ada seorang pertapa bernama Lomedjo berniat mencari ilmu dengan bertapa di sebuah tempat di hutan yang mana masyarakat sekitar menyebutnya dengan Kedung Biru. Letak Kedung ini hanya sekitar 600 meter saja dari lokasi yang kita kenal sekarang sebagai Gua Lowo. Namun saat itu, lokasi itu masih tersembunyi oleh lebatnya hutan dan terpencilnya daerah tersebut karena memang wilayah tersebut masih berupa hutan lebat dan belum terjamah.

Pemuda yang bernama Lomedjo ini memang memiliki niatan untuk bertapa dan membersihkan diri. Maka ia tinggal di tempat itu selama beberapa hari beberapa malam untuk menjalankan niatnya. Belum genap seminggu ia bertapa tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara mendesing dari arah barat daya. Ia mendapati setiap malam suara-suara aneh itu terus saja berulang-ulang terdengar. Awalnya ia tidak menggubris suara yang mirip seperti deru gasing yang terdengar seperti datang dari langit dan menghilang ke arah barat daya tempat ia bertapa. Namun, suatu malam ia mendapat kasyaf yang aneh. Ia didatangi makhluk berjubah hitam yang menyeramkan. Dengan dua tanduk yang meruncing di kepalanya. Makhluk itu datang dari kegelapan dan tiba-tiba saja ada di hadapannya. Makhluk itu hanya berkata dengan berbisik kepada Lomedjo, supaya ia mendatangi tempat di mana bunyi desing itu datang. Tak berapa lama, makhluk itu tiba-tiba saja menghilang, lenyap begitu saja. Semalaman Lomedjo memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya ia memutuskan berhenti bertapa dan menuju ke barat daya, ke arah datangnya bunyi desing yang misterius itu.

Saat ia menelusuri hutan ke arah barat daya, tiba-tiba suara itu muncul lagi. Mendesing dan kali ini terdengar cukup keras yang muncul dari langit. Ia melihat sebuah benda aneh terbang dari langit yang kebetulan saat itu cerah berbintang. Benda itu berwarna hitam dan melesat sangat cepat seiring bunyi desing aneh itu, menghujam ke bumi, beberapa puluh meter dari arah Lomedjo berdiri. Kontan saja ia berlari menuju tempat lenyapnya benda aneh itu. Dan ketika sampai di tempat tersebut, ia menemukan sebuah pintu goa yang tertutup pohon-pohon jati yang lebat. Ia masuk dan menyusur goa yang gelap itu. Menyusur dan terus menyusur goa yang ternyata sangat dalam itu. Ia berhenti tatkala ia melihat cahaya. Ia mengintip dari kejauhan. Begitu tersentaknya ia. Lomedjo sangat kaget dan terperanjat melihat apa yang ada di depannya! Apakah yang ia lihat??

Ya, benar! Ia melihat Batcave, markas Batman di gua itu. Lengkap dengan pesawat dan batmobilnya! Ia terperangah dan hampir tak percaya sehingga ia berteriak-teriak kegirangan sambil berlari keluar hingga ke desa-desa sekitar hutan jati. Masyarakat desa yang tidak percaya lalu berbondong-bondong datang dan benar saja, mereka mendapati markas Batman di gua itu. Dasar masyarakat Indonesia yang miskin dan bodoh, maka mereka malah menjarahi Batcave dan membuat Batman kelimpungan sehingga ia bersama Robin akhirnya terpaksa hijrah ke kota Gotham, yang kini dikenal orang sebagai kota New York. Jika saja dulu masyarakat kita tidak berlaku anarkis, mungkin Batman akan popular di Indonesia dan menjadi aset negeri ini. Maka dari itu, untuk mengenangnya, masyarakat di sekitar gua hutan jati itu menamai gua itu sebagai Gua Lowo, atau Gua ‘kelelawar’.

Hahaha. That’s all just joke. Semoga saja menghibur. Sejarah penemuan Gua Lowo yang sebenarnya bisa Anda baca di sini. Semoga bermanfaat.

simak pula informasi mengenai gua ini:
- Sejarah penemuan Gua Lowo (ni nggak boongan ^^)